Tampilkan postingan dengan label yang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2014

Rahasia 7 Orang Yang Doanya Mustajab

doa mustajab, doa mustajab murah rezeki, doa mustajab ketika hujan, doa doa mustajab, doa mustajab pembuka rezeki, doa mustajab di mekah
Rahasia Doa Mustajab
Doa adalah senjatanya orang beriman. Doa adalah ruhnya ibadah. Doa merupakan salah satu bukti ketergantungan manusia beriman kepada Allah, Sang Maha Pencipta. Siapa pun Anda, pasti ingin doanya mustajab atau dikabulkan oleh Allah SWT.

Banyak orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk berdoa. Padahal, boleh jadi seseorang itu tergolong yang mustajab doanya, tetapi kesempatan baik itu banyak disia-siakan. Maka seharusnya setiap muslim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdoa sebanyak mungkin. Doa itu hendaknya doa baik memohon sesuatu yang berhubungan dengan dunia ataupun akhirat. Lalu, apakah Anda termasuk orang-orang yang doanya mustajab?

Inilah di antara orang-orang yang doanya mustajab.
[1]. Doa Seorang Muslim Terhadap Saudaranya Dari Tempat Yang Jauh
Dari Abu Darda bahwa dia berkata bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya : "Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan". [Shahih Muslim, kitab Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib].

Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan seorang muslim mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh, jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka tetap mendapatkan keutamaan tersebut. Oleh sebab itu sebagian ulama salaf tatkala berdoa untuk diri sendiri dia menyertakan saudaranya dalam doa tersebut, karena disamping terkabul dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya. [Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi 17/49]

Dari Shafwan bin Abdullah bahwa dia berkata : Saya tiba di negeri Syam lalu saya menemui Abu Darda di rumahnya, tetapi saya hanya bertemu dengan Ummu Darda dan dia berkata: Apakah kamu ingin menunaikan haji tahun ini? Saya menjawab : Ya. Dia berkata : Doakanlah kebaikan untuk kami karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya: "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang ditugaskan kepadanya, tatkala dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat yang di tugaskan kepadanya mengucapkan: Amiin da bagimu seperti yang kau doakan". Shafwan berkata : "Lalu saya keluar menuju pasar dan bertemu dengan Abu Darda, beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari Nabi. [Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Doa bab Fadlud Doa Lil Muslimin fi Dahril Ghaib 8/86-87]

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa jika seorang muslim mendoakan saudaranya kebaikan dari tempat yang jauh dan tanpa diketahui oleh saudara tersebut, maka doa tersebut akan dikabulkan, sebab doa seperti itu lebih berbobot dan ikhlas karena jauh dari riya dan sumah serta berharap imbalan sehingga lebih diterima oleh Allah. [Miratul Mafatih 7/349-350]

Catatan.
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa Imam Karmani menukil dari Al-Qafary bahwa ucapan doa seorang : "Ya Allah ampunilah dosa semua kaum muslimin" adalah doa terhadap sesuatu yang mustahil sebab pelaku dosa besar mungkin masuk Neraka dan masuk Neraka bertolak belakang dengan permohonan pengampunan, bisa saja pelaku dosa besar di doakan, sebab yang mustahil adalah mendoakan pelaku dosa besar yang kekal di Neraka, selagi masih bisa keluar karena syafaat atau dimaafkan, maka itu termasuk pengampunan secara keseluruhan.

Ucapan orang di atas bertentangan dengan doa Nabi Nuh Alaihis Salam dalam firman Allah Subhanahu wa Taala. yang artinya: "Ya Rabb! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang-orang mukmin yang masuk ke rumahku dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan". [Nuh : 28].

Dan juga bertentangan dengan doa Nabi Ibrahim Alaihis Salam dalam firman Allah Subhanahu wa Taala yang artinya: "Ya Rabbi, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab". [Ibrahim : 41]

Serta Nabi Shallallahu alaihi wa sallam juga diperintahkan seperti itu yang
terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Taala yang artinya: "Dan mohon lah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan". [Muhammad : 19]

Yang jelas permohonan dengan lafazh umum tidak mengharuskan permohonan untuk setiap orang secara kolektif. Mungkin yang dimaksud oleh Al-Qafary bahwa mendoakan kaum muslimin secara kolektif dilarang bila seorang yang berdoa menginginkan keseluruhan tanpa pengecualian dan bukan pelarangan terhadap syariat doanya. [Fathul Bari 11/202]

[2]. Orang yang Memperbanyak Berdoa Pada Saat Lapang Dan Bahagia
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya: "Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang". [Sunan At-Tirmidzi, kitab Daawaat bab Dawatil Muslim Mustajabah 12/274. Hakim dalam Mustadrak. Dishahihkan oleh Imam Dzahabi 1/544. Dan di hasankan oleh Al-Albani No. 2693].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits di atas adalah hendaknya seseorang memperbanyak doa pada saat sehat, kecukupan dan selamat dari cobaan, sebab ciri seorang mukmin adalah selalu dalam keadaan siaga sebelum membidikkan panah. Maka sangat baik jika seorang mukmin selalu berdoa kepada Allah sebelum datang bencana berbeda dengan orang kafir dan zhalim sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Taala "Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu". [Az-Zumar : 8].

Dan firman Allah: "Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu dari padanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya". [Yunus : 12. Miratul Mafatih 7/360]

Wahai orang yang ingin dikabulkan doanya, perbanyaklah berdoa pada waktu lapang agar doa Anda dikabulkan pada saat lapang dan sempit.

3]. Doa Orang Yang Teraniaya
Dari Muadz bin Jabal Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)". [Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38]

Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda:           "Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia seorang durhaka, maka kedurhakaannya akan kembali kepada diri sendiri". [Musnad Ahmad 2/367. Dihasankan sanadnya oleh Mundziri dalam Targhib 3/87 dan Haitsami dalam Majma Zawaid 10/151, dan Imam Ajluni No. 1302]

[4] & [5]. Doa Orang Tua Terhadap Anaknya Dan Doa Seorang Musafir
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan; doa orang yang teraniaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya". [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Doa bi Dhahril Ghaib 2/89. Sunan At-Tirmidzi, kitab Al-Bir bab Doaul Walidain 8/98-99. Sunan Ibnu Majah, kitab Doa 2/348 No. 3908. Musnad Ahmad 2/478. Dihasankan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 596]

[6]. Doa Orang Yang Sedang Puasa


Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tiga doa yang tidak ditolak :  doa orang tua terhadap anaknya; doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir". [Sunan Baihaqi, kitab Shalat Istisqa bab Istihbab Siyam Lil Istisqa 3/345. Dishahihkan oelh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 1797].

[7]. Doa Orang Dalam Keadaan Terpaksa


Allah Subhanahu wa Taala berfirman: "Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-Nya". [An-Naml : 62]

Imam As-Syaukani berkata bahwa ayat diatas menjelaskan betapa manusia sangat membutuhkan Allah dalam segala hal terlebih orang yang dalam keadaan terpaksa yang tidak mempunyai daya dan upaya. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan orang terpaksa adalah orang-orang yang berdosa dan sebagian yang lain berpendapat bahwa yang dimaksud terpaksa adalah orang-orang yang hidup dalam kekurangan, kesempitan atau sakit, sehingga harus mengadu kepada Allah.


Dan huruf lam dalam kalimat Al-Mudhthar untuk menjelaskan jenis bukan istighraq (keseluruhan). Maka boleh jadi ada sebagian orang yang berdoa dalam keadaan terpaksa tidak dikabulkan dikarenakan adanya penghalang yang menghalangi terkabulnya doa tersebut. Jika tidak ada penghalang, maka Allah telah menjamin bahwa doa orang dalam keadaan terpaksa pasti dikabulkan. Yang menjadi alasan doa tersebut dikabulkan karena kondisi terpaksa bisa mendorong seseorang untuk ikhlas berdoa dan tidak meminta kepada selain-Nya. Allah telah mengabulkan doa orang-orang yang ikhlas berdoa meskipun dari orang kafir, sebagaimana firman Allah: "Sehingga tatkala kamu di dalam bahtera, dan meluncurkan bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata) : Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". [Yunus : 22].

Dan Allah berfirman dalam ayat lain: "Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) menyekutukan (Allah)". [Al-Ankabut : 65].

Dari ayat di atas Allah mengabulkan doa mereka, padahal Allah tahu bahwa mereka pasti akan kembali kepada kesyirikan. [Fathul Qadir 4/146-147]

Imam Ibnu Katsir berkata bahwa Imam Hafizh Ibnu Asakir mengisahkan seorang yang bernama Abu Bakar Muhammad bin Daud Ad-Dainuri yang terkenal dengan kezuhudannya. Orang tersebut berkata: "Saya menyewakan kuda tunggangan dari Damaskus ke negeri Zabidany, pada satu ketika ada seorang menyewa kuda saya dan meminta untuk melewati jalan yang tidak pernah saya kenal sebelumnya", Dia berkata : "Ambillah jalan ini karena lebih dekat". Saya bertanya : "Bolehkah saya memilih jalan ini", Dia berkata : "Bahkan jalan ini lebih dekat". Akhirnya kami berdua menempuh jalan itu sehingga kami sampai pada suatu tempat yang angker dan jurangnya yang sangat curam yang di dalamnya terdapat banyak mayat. Orang tersebut berkata: "Peganglah kepala kudamu, saya akan turun". Setelah dia turun dan menyingsingkan baju lalu menghunuskan golok bermaksud ingin membunuh saya, lalu saya melarikan diri darinya, akan tetapi dia mampu mengejarku. Saya katakan kepadanya: "Ambillah kudaku dan semua yang ada padanya". Dia berkata: "Kuda itu sudah milikku, tetapi aku ingin membunuhmu". Saya mencoba menasehati agar dia takut kepada Allah dan siksaan-Nya tetapi ternyata dia seorang yang tidak mudah menerima nasehat, akhirnya saya menyerahkan diri kepadanya.

Saya berkata kepadanya: "Apakah anda mengizinkan saya untuk shalat?" Dia berkata: "Cepat shalatlah!" Lalu saya beranjak untuk shalat akan tetapi badan saya gemetar sehingga saya tidak mampu membaca ayat Al-Quran sedikitpun dan hanya berdiri kebingungan. Dia berkata: "cepat selesaikan shalatmu!", maka setelah itu seakan-akan Allah membukakan mulut saya dengan suatu ayat yang berbunyi: "Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan". [An-Naml : 62]

Tidak terduga muncul dari mulut bukit seorang satria datang ke arah kami dengan menggenggam tombak di tangannya, lalu melempar tombak tersebut ke arah orang tadi dan tombak pun mengenai jantungnya lalu seketika itu orang tersebut langsung mati terkapar. Setelah itu, maka saya memegang erat-erat satria tersebut dan saya bertanya: "Demi Allah siapakah engkau sebenarnya?" Dia mejawab: "Saya adalah utusan Dzat Yang Maha Mengabulkan permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa tatkala dia berdoa dan menghilangkan segala malapetaka". Kemudian saya mengambil kuda dan semua harta lalu pulang dalam keadaan selamat. [Tafsir Ibnu Katsir 3/370-371]
 
Sumber: buku Jahalatun nas fid duaa, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 168-174, terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin, Lc.

Tags yang terkait dengan doa mustajab: doa mustajab murah rezeki, doa mustajab ketika hujan, doa doa mustajab, doa mustajab pembuka rezeki, doa mustajab di mekah, doa mustajab sepanjang hayat, doa mustajab sebelum berbuka puasa, doa mustajab rasulullah.

Selasa, 19 Agustus 2014

Doa Nabi Nabi Dalam Al Qur’an Yang Bisa Kita Amalkan

Ada banyak doa dalam al-Qur’an yang bisa kita amalkan sehari-hari. Doa-doa itu diantaranya adalah doa para nabi yang diabadikan dalam al-Qur’an. Meski itu doa yang diucapkan oleh para Nabi, tapi kita sebagai seorang muslim tentu dianjurkan untuk mengikuti nabi dalam berdoa.

Doa Nabi-Nabi Dalam Al-Qur’an Yang Bisa Kita Amalkan


Dan berikut ini ada  doa 5 Nabi yang diabadikan dalam al-Qur’an:

      1.       Doa Nabi Adam ‘alaihis salam

رَ‌بَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ‌ لَنَا وَتَرْ‌حَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِ‌ينَ

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf : 23)

      2.       Doa Nabi Nuh ‘alaihis salam

رَ‌بِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ‌ لِي وَتَرْ‌حَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِ‌ينَ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Huud : 47)

      3.       Doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam

رَ‌بِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِ‌ينَ
وَاجْعَلْنِي مِن وَرَ‌ثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ

"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih. Jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan” (QS. Asy Syu’ara : 83-85)

     4.       Doa Nabi Sulaiman‘alaihis salam

رَ‌بِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ‌ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْ‌ضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَ‌حْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih" (QS. An Naml : 19)

      5.       Doa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

رَ‌بَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَ‌ةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ‌

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Al Baqarah : 201)


Itulah doa para Nabi  Al Quran yang bisa kita amalkan sehari-hari . Lebih baik berdoa dengan doa-doa yang jelas ada tuntunannya , apalagi jelas termaktub dalam al-Qur’an.

Senin, 18 Agustus 2014

Mengganti Puasa Orang yang Meninggal dunia




Barang siapa meninggal dunia dan masih memiliki tanggungan kewajiban membayar puasa (qadha) karena adanya udzur syar’i (misalnya sakit), maka baginya tidak berdosa. Dan bagi ahli waris yang ditinggalkan tidak wajib membayar fidyah.
Sedangkan bilamana penangguhan kewajiban membayar puasa (qadha) itu disengaja atau tanpa ada unsur udzur syar’i, maka kerabat yang ditinggalkannya berkewajiban untuk membayar fidyahbagi si mayit dengan ketentuan satu hari satu mud.
Tetapi menurut qaul qadim Imam Syafi’i dianjurkan bagi si wali mayit untuk melakukan puasa sebagai pengganti dari kewajiban yang ditingggalkan si mayit. Sebagaimana yang tertera dalam kitab Syarah Muhadzab, dan Imam Nawawi membenarkan dalam kitab Raudhahdengan lebih memilih pendapat qaul qadim tersebut.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ 
Dari Aisyah ra.; Rasulullah saw. bersabda: barangsiapa meninggal dunia dan ia meninggalkan kewajiban (qadha) berpuasa, maka ahli warisnya diwajibkan berpuasa untuk menggantikan kewajiban puasanya”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Dan hadits yang lain menjelaskan hal yang sama dengan hadits yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah ra. tersebut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ امْرَاَةً قَالَتْ: يَارَسُولَ اللهِ اَنَّ اُمِّي مَاتَتْ وَ عَلَيْهَا صَوْمُ نَذْرٍ اَفَاَصُوْمُ عَنْهَا ؟ قَالَ: اَرَاَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى اُمِّكِ دَيْنٌ فَقَضَيْتُهُ اَكَانَ يُؤَدِّى ذَلِكَ عَنْهَا ؟ قَالَتْ: نَعَمْ، قَالَ فَصُوْمِى عَنْ اُمِّكِ 
Dari Ibnu Abbas ra.: sesungguhnya ada seorang perempuan telah bertanya kepada Rasulullah saw.: “ Ya Rasulullah saw., sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia dan ia meninggalkan kewajiban puasa nadzar yang belum sempat ia tunaikan, apakah aku boleh berpuasa untuk menggantikannya?” Rasulullah saw. menjawab;”Apakah pendapatmu, kalau seandainya ibumu mempunyai hutang, dan kamu membayarnya. Apakah hutangnya terbayarkan?”. Perempuan tadi, menjawab: “ya”. Dan Nabi saw., bersabda: “ Berpuasalah untuk ibumu ”. (HR. Muslim)

Saifurroyya
Sumber : www.nu.or.id

Sabtu, 16 Agustus 2014

5 Cara Berdoa Yang Harus Anda Perhatikan

Seringkali kita berdoa, namun, doa kita rasanya tak juga dikabulkan olehNya. Maka, kita harus memeriksa kembali cara kita berdoa. Jangan-jangan doa kita tidak terkabul, dikarenakan cara berdoa kita yang sembarangan alias tidak memenuhi adab-adab berdoa. Berikut adalah  cara dan adab berdoa yang baik :

5 Cara Berdoa Yang Harus Anda Perhatikan


a. Mulai doa dengan Asmaul Husna (Nama-nama Allah Yang Baik)
Allah-Tuhan kita-punya nama-nama yang baik, jadi panggillah Dia dengan nama-Nya yang baik dari mulai Ar-Rahman (Maha Pengasih), Ar-Rahim (Maha Penyayang) sampai Ash-Shabuur (Maha Sabar) sebelum berdoa, jadi kita memanggil Dia terlebih dahulu sebelum meminta keinginan kita.

b. Mengucapkan doa dengan khusyu’ dan tidak terburu-buru

Kalau berdoa tenang saja ya, kalau perlu khusyu’, tidak terburu-buru apalagi memakai doa “Allahuma lantas jalan!” Wah, alamat doa kita tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT.

c. Mengulangi doa tiga kali

“Rasulullah saw apabila berdoa mengulanginya tiga kali dan apabila meminta juga mengulanginya tiga kali.” (HR. Muslim). Pemuda Muslim, Hadis ini memberitahukan kepada kita bahwa alangkah baiknya jika kita mengulangi doa sebanyak tiga kali.

d. Mengiringi doa dengan usaha

Kalau kita minta nilai bagus, iringi dengan belajar, minta harta iringi dengan usaha sampingan, jadinya gak hanya mengandalkan duit jajan doang, bisa dengan dagang, ngasih les atau usaha apapun yang halal.

e. Mengetahui di balik layar jika doa tidak kunjung dikabulkan


Nah terakhir, jika doa tidak jua dikabulkan oleh sang maha pengabul maka ada tiga kemungkinan, pertama, bisa jadi tidak bagi yang berdoa, kedua, boleh jadi itu ujian kesabaran dari Allah dan ketiga, ditabung sebagai simpanan untuk akhirat kita

Selasa, 12 Agustus 2014

Jalan Golongan Yang Selamat 3

TANDA TANDA GOLONGAN YANG SELAMAT
Penulis : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

1. Golongan Yang Selamat jumlahnya sangat sedikit di tengah banyaknya Umat Manusia .
Tentang keadaan mereka, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,

طوبي للغربأ : اناس صالحون، في اناس سوء كثير، من يعصيهم اكثر ممن يطيعهم
"Keuntungan besar bagi orang-orang yang asing. Yaitu orang-orang shalih di lingkungan orang banyak yang berperangai buruk, orang yang mendurhakainya lebih banyak daripada orang yang mentaatinya." (HR. Ahmad, hadits shahih)

Dalam Al-Quranul Karim, Allah memuji mereka dengan firman-Nya,

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
"Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur." (Saba: 13)

2. Golongan Yang Selamat banyak dimusuhi oleh manusia, difitnah dan dilecehkan dengan gelar dan sebutan yang buruk.

Nasib mereka seperti nasib para nabi yang dijelaskan dalam firman Allah,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. Sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)." (Al-Anam: 112)

Rasulullah misalnya, ketika mengajak kepada tauhid, oleh kaumnya beliau dijuluki sebagai "tukang sihir lagi sombong". Padahal sebelumnya mereka memberi beliau julukan "ash-shadiqul amin", yang jujur dan dapat dipercaya.

3. Syaikh Abdul Aziz bin Baz ketika ditanya tentang Golongan Yang Selamat, beliau menjawab, "Mereka adalah orang-orang salaf dan setiap orang yang mengikuti jalan para salafush shalih (Rasulullah, para sahabat dan setiap orang yang mengikuti jalan petunjuk mereka)."

Hal-hal di atas adalah sebagian dari manhaj dan tanda-tanda Golongan Yang Selamat. Pada pasal-pasal berikut akan dibahas masalah akidah Golongan Yang Selamat yaitu golongan yang mendapat pertolongan. Semoga kita termasuk mereka yang berakidah Firqah Najiyah (Golongan Yang Selamat) ini, Amin.

Selasa, 17 Juni 2014

Jalan Golongan Yang Selamat 15

SYIRIK BESAR DAN MACAMNYA
Penulis : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Syirik besar adalah menjadikan sesuatu sebagai sekutu (tan-dingan) bagi Allah. Ia memohon kepada sesuatu itu sebagaimana ia memohon kepada Allah. Atau melakukan padanya suatu bentuk ibadah, seperti istighatsah (mohon pertolongan), menyembelih hewan, bernadzar dan sebagainya.

Dalam Shahihain disebutkan, Ibnu Masud meriwayatkan, aku bertanya kepada Nabi , "Dosa apakah yang paling besar?" Beliau menjawab:

أن تجعل لله ندأ وهو خلقك
"Yaitu engkau menjadikan tandingan (sekutu) bagi Allah sedang-kan Dialah yang menciptakanmu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

A. MACAM-MACAM SYIRIK BESAR

1. Syirik dalam doa:

Yaitu berdoa kepada selain Allah, baik kepada para nabi atau wali, untuk meminta rizki atau memohon kesembuhan dari penyakit. Allah berfirman,

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka se-sungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zha-lim."(Yunus: 106)

Zhalim yang dimaksud oleh ayat ini adalah syirik. Dan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam menegaskan dalam sabdanya:

من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار
"Barangsiapa meningal dunia sedang dia memohon kepada se-lain Allah sebagai tandingan (sekutu), niscaya dia masuk Neraka." (HR. Al-Bukhari)

Sedangkan dalil yang menyatakan bahwa berdoa kepada selain Allah, baik kepada orang-orang mati atau orang-orang yang tidak hadir merupakan perbuatan syirik adalah firman Allah:

وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ، إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
"Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menye-ru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu, dan kalau mere-ka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan perminta-anmu. Dan di hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui," (Faathir: 13-14)

2. Syirik dalam sifat Allah:

Seperti kepercayaan bahwa para nabi dan wali mengetahui hal-hal yang ghaib. Allah berfirman:

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ
"Dan pada sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri." (Al-Anaam: 59)

3. Syirik dalam mahabbah (kecintaan):

Yang dimaksud syirik dalam mahabbah yaitu ia mencintai seseorang baik wali atau lainnya sebagaimana kecintaannya kepada Allah. Allah Taala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tan-dingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya, sebagai-mana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang ber-iman sangat cintanya kepada Allah." (Al-Baqarah: 165)

4. Syirik dalam ketaatan:

Yaitu ketaatan kepada ulama atau syaikh dalam hal kemaksiatan, dengan mempercayai bahwa hal tersebut dibolehkan. Allah berfirman:

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ
"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah." (At-Taubah: 31)

Taat kepada para ulama dalam hal kemaksiatan yaitu dengan menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Atau sebaliknya, mengharamkan apa yang dihalalkan Allah. Taat kepada para ulama dalam hal kemaksiatan inilah yang ditafsirkan sebagai bentuk ibadah kepada mereka. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam menegaskan:

لا طا عة لمخلوق في معصية الخلق
"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Al-Khalik (Allah)." (HR. Ahmad, hadits shahih)

5. Syirik hulul:

Yaitu mempercayai bahwa Allah menitis kepada para makhluk-Nya. Ini adalah aqidah Ibnu Arabi, seorang shufi yang meninggal dunia di Damaskus. Sampai-sampai Ibnu Arabi mengatakan:

"Tuhan adalah hamba, dan hamba adalah Tuhan.

Duhai sekiranya, siapakah yang mukallaf?"

Seorang penyair shufi lainnya, yang mempercayai aqidah hulul bersenandung:

"Tiada anjing dan babi itu, melainkan tuhan kita (juga).

Dan tiadalah Allah itu, melainkan seorang rahib yang ada di gereja."

6. Syirik tasharruf (tindakan):

Yaitu keyakinan bahwa sebagian para wali memiliki keleluasaan untuk bertindak dalam urusan makhluk. Percaya bahwa mereka bisa mengatur persoalan-persoalan makhluk. Mereka namakan para wali itu dengan "wali Quthub". Padahal Allah Taala telah menanyakan orang-orang musyrik terdahulu dengan firmanNya:

وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ
"Dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka menjawab, Allah." (Yunus: 31)

7. Syirik khauf (takut):

Yaitu keyakinan bahwa sebagian dari para wali yang telah meninggal dunia atau orang-orang yang ghaib bisa melakukan dan mengatur suatu urusan serta mendatangkan mudharat (bahaya). Kare-na keyakinan ini, mereka menjadi takut kepada para wali atau orang-orang tersebut.

Karena itu, kita menjumpai sebagian manusia berani bersumpah bohong atas nama Allah, tetapi tidak berani bersumpah bohong atas nama wali, karena takut kepada wali tersebut. Hal ini adalah keper-cayaan orang-orang musyrik, yang diperingatkan Al-Quran dalam firmanNya:

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ
"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hambaNya? Dan mereka menakut-nakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah." (Az-Zumar: 36)

Adapun takut kepada hewan liar atau kepada orang hidup yang zhalim maka hal itu tidak termasuk dalam syirik ini. Itu adalah ketakutan yang merupakan fitrah dan tabiat manusia, dan tidak termasuk syirik.

8. Syirik hakimiyah:

Termasuk dalam syirik hakimiyah (kekuasaan) yaitu mereka yang membuat dan mengeluarkan undang-undang yang bertentangan dengan syariat Islam serta membolehkan diberlakukannya undang-undang tersebut. Atau dia memandang bahwa hukum Islam tidak lagi sesuai dengan zaman.

Yang tergolong musyrik dalam hal ini adalah para hakim (penguasa, yang membuat serta memberlakukan undang-undang), serta orang-orang yang mematuhi dan menjalankan undang-undang terse-but, jika dia meyakini kebenaran undang-undang itu serta rela dengan-nya.

9. Syirik besar bisa menghapuskan amal:

Allah berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, "Jika kamu mempersekutukan (Tu-han), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu terma-suk orang-orang yang merugi." (Az-Zumar: 65)

10. Syirik besar tidak akan diampuni oleh Allah kecuali dengan taubat dan meninggalkan perbuatan syirik secara keseluruhan:

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesung-guhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." (An-Nisaa: 116)

11. Syirik banyak macamnya:

Di antaranya adalah syirik besar dan syirik kecil. Semua itu wajib dijauhi. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita agar berdoa:

اللهم انا نعوذ بك من أن نشرك بك شيئا نعلمه و نستغفرك لما لا نعلم
"Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepadaMu dari (menyekutukanMu dengan sesuatu) yang kami tidak ketahui." (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

Senin, 16 Juni 2014

Jalan Golongan Yang Selamat 23

TAWASSUL YANG DISYARIATKAN
Penulis : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri KepadaNya." (Al-Maaidah: 35)

Qatadah berkata, "Dekatkanlah dirimu kepadaNya, dengan ketaatan dan amal yang membuatNya ridha."

Tawassul yang disyariatkan adalah tawassul sebagaimana yang diperintahkan oleh Al-Quran, diteladankan oleh Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam dan dipraktekkan oleh para sahabat.

Di antara tawassul yang disyariatkan yaitu:

1. Tawassul dengan iman:

Seperti yang dikisahkan Allah dalam Al-Quran tentang hamba-Nya yang ber-tawassul dengan iman mereka. Allah berfirman,

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آَمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآَمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu), Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti." (Ali Imran: 193)

2. Tawassul dengan mengesakan Allah:

Seperti doa Nabi Yunus Alaihis Salam, ketika ditelan oleh ikan Nun. Allah mengisahkan dalam firmanNya:

فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ، فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ
"Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya, dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (Al-Anbiyaa: 87-88)

3. Tawassul dengan Nama-nama Allah:

Sebagaimana tersebut dalam firmanNya,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
"Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu." (Al-Araaf: 180)

Di antara doa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam dengan Nama-namaNya yaitu:

أسألك بكل اسم هو لك
"Aku memohon KepadaMu dengan segala nama yang Engkau miliki." (HR. At-Tirmidzi, hadits hasan shahih)

4. Tawassul dengan Sifat-sifat Allah:

Sebagaimana doa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam ,

يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث
"Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya), dengan rahmatMu aku mohon pertolongan." (HR. At-Tirmidzi, hadits hasan)

5. Tawassul dengan amal shalih:

Seperti shalat, berbakti kepada kedua orang tua, menjaga hak dan amanah, bersedekah, dzikir, membaca Al-Quran, shalawat atas Nabi , kecintaan kita kepada beliau dan kepada para sahabatnya, serta amal shalih lainnya.

Dalam kitab Shahih Muslim terdapat riwayat yang mengisahkan tiga orang yang terperangkap di dalam gua. Lalu masing-masing ber-tawassul dengan amal shalihnya. Orang pertama ber-tawassul dengan amal shalihnya, berupa memelihara hak buruh. Orang kedua dengan baktinya kepada kedua orang tua. Orang yang ketiga ber-tawassul dengan takutnya kepada Allah, sehingga menggagalkan perbuatan keji yang hendak ia lakukan. Akhirnya Allah membukakan pintu gua itu dari batu besar yang menghalanginya, sampai mereka semua selamat.

6. Tawassul dengan meninggalkan maksiat:

Misalnya dengan meninggalkan minum khamr (minum-minuman keras), berzina dan sebagainya dari berbagai hal yang diharamkan. Salah seorang dari mereka yang terperangkap dalam gua, juga ber-tawassul dengan meninggalkan zina, sehingga Allah menghilangkan kesulitan yang dihadapinya.

Adapun umat Islam sekarang, mereka meninggalkan amal shalih dan bertawassul dengannya, lalu menyandarkan diri ber-tawassul dengan amal shalih orang lain yang telah mati. Mereka melanggar petunjuk Rasulullah Shallalahu alaihi wasallam dan para sahabatnya.

7. Tawassul dengan memohon doa kepada para nabi dan orang-orang shalih yang masih hidup.

Tersebutlah dalam riwayat, bahwa seorang buta datang kepada Nabi . Orang itu berkata, "Ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah, agar Dia menyembuhkanku (sehingga bisa melihat kembali)." Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Jika engkau menghendaki, aku akan berdoa untukmu, dan jika engkau menghendaki, bersabar adalah lebih baik bagimu." Ia (tetap) berkata, "Doakanlah." Lalu Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya berwudhu secara sempurna, lalu shalat dua rakaat, selanjutnya beliau menyuruhnya berdoa dengan mengatakan,

أللهم إني أسألك، وأتوجه إليك بنبيك نبي الرحمة يا محمد إني توجهت بك إلي ربي في حاجتي هذه، لتقضي لي، اللهم فشفعه في، وشفعني فيه. قال : ففعل الرجل فبريء
"Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu, dan aku menghadap kepadaMu dengan (perantara) NabiMu, seorang Nabi yang membawa rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap dengan (perantara)mu kepada Tuhanku dalam hajatku ini, agar dipenuhiNya untukku. Ya Allah jadikanlah ia pemberi syafaat kepadaku, dan berilah aku syafaat (pertolongan) di dalamnya." la berkata, "Laki-laki itu kemudian melakukannya, sehingga ia sembuh." (HR. Ahmad, hadits shahih)

Hadits di atas mengandung pengertian bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam berdoa untuk laki-laki buta tersebut dalam keadaan beliau masih hidup. Maka Allah mengabulkan doanya.

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam memerintahkan orang tersebut agar berdoa untuk dirinya. Menghadap kepada Allah untuk meminta kepadaNya agar Dia menerima syafaat NabiNya . Maka Allah pun menerima doanya.

Doa ini khusus ketika Nabi masih hidup. Dan tidak mungkin berdoa dengannya setelah beliau wafat. Sebab para sahabat tidak melakukan hal itu. Juga, orang-orang buta lainnya tidak ada yang mendapatkan manfaat dengan doa itu, setelah terjadinya peristiwa tersebut.

Senin, 09 Juni 2014

30 Fadhilah Shalawat Yang Luar Biasa

30 Fadhilah Shalawat Yang Luar Biasa - Shalawat, bagi seorang muslim tentu tidak asing lagi. Sebab jika rutin mengerjakan sholat, maka setiap hari dia sudah tentu membaca shalawat. Shalawat meski terdengar sangat mudah, namun ternyata tidak banyak yang mengucapkan atau bahkan menjadikannya amalan sehari-hari. Padahal Allah sendiri bershalawat atas Nabi.

Mungkin anda perlu tahu 30 fadhilah shalawat di bawah ini agar anda lebih bersemangat untuk bershalawat.

30 Fadhilah Shalawat Yang Luar Biasa


1 ) Sabda Rasulullah SAW : Barangsiapa yang bershalawat keatasku sekali , niscaya Allah akan turunkan rahmat keatasnya 10 kali lipat - ( HR Muslim . )

2 ) Allah akan hapus dosa2 kecil dengan kita mengamalkan berselawat sebanyak 11 kali setiap kali selesai menunaikan shalat fardhu .

3 ) Jodoh ditentukan oleh Allah . Amalkan selawat 100 kali sehari , insya Allah akan dipermudahkan bertemu jodoh apakah pria @ wanita .

4 ) Setiap penyakit ada penawarnya . Bacalah selawat 7 kali pada air dan minum . Insya Allah , perut yang sakit atau memulas akan sembuh .

5 ) Siapa yang amal membaca selawat 3 kali setiap setelah sholat 5 waktu akan dihilangkan kebuntuan pikiran dalam menghadapi masalah apapun .

6 ) Amalkan membaca shalawat sebanyak 1000 kali sehari , insya Allah akan dikaruniai kebijaksanaan pemikiran . Selain itu berusahalah untuk menjelajahi berbagai ilmu .

7 ) Siapapun yang mengamalkan berselawat 11 kali setiap hari , dengan izin Allah dirinya akan lebih dihormati dan dihargai oleh orang lain .

8 ) Menurut Sayyid Ahmad Dahlan , barangsiapa yang bershalawat walau sekali pada malam Jumat , saat mautnya kelak akan dipermudahkan Allah seperti yang dihadapi oleh para nabi .

9 ) Siapa yang bershalawat 41 kali sehari , Insya Allah akan terhindar dari sifat tercela seperti hasad dengki , dan sebagainya dalm dirinya .

10 ) Siapa yang amalkan berselawat 1000 kali pada malam Jumat , Insya Allah akan beroleh kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat .

11 ) Amalkan shalawat 11 kali tiap kali selesai shalat fardu karena Allah akan mengindahkan akhlaknya menjadi lebih disenangi di kalangan orang lain .

12 ) Bershalawat 33 kali sehari dapat menjernihkan hati , mudah memahami akan sesuatu ilmu yang diajarkan , di samping memperoleh ketenangan pikiran .

13 ) Siapa yang bershalawat tak kiralah banyak mana hitungannya setiap hari akan dapat keberkahan dalam apapun dengan syarat ia berusaha mencari keridhoan .

14 ) Praktek bershalawat sebanyak mungkin setiap hari menjamin keselamatan hidup dan pertolongan Allah , lebih - lebih lagi pada saat kita menghadapi kesulitan hidup .

15 ) Menurut Syibab Ahmad , siapa bershalawat 3 kali setiap selesai shalat Subuh , Maghrib & Isyak , Allah akan menghindarkannya dari bencana .

16 ) Siapa yang amalkan berselawat sebanyak 1000 kali setiap hari , Allah akan memeliharanya dari setiap ancaman musuh dan bahaya fitnah .

17 ) Praktek bershalawat secara teratur setiap hari mampu membersihkan kekeruhan jiwa , dipermudahkan Allah akan segala urusan dan mendapatkan ampunan dari-Nya.

18 ) Menurut As - Shawi , siapa yang membaca selawat secara rutin , akan terpelihara hatinya dari gangguan serta tipu daya setan yang melalaikan .

19 ) Membaca shalawat 10 kali pada setiap waktu pagi dan petang akan memperolehi keridhaan serta dijauhkan diri dari mendapat kemurkaan Allah .

20 ) Siapa yang membaca shalawat sebanyak 7 kali selama 7 Jumat berturut2 , ia bakal mendapat syafaat ( pertolongan ) dari beliau .

21 ) Menurut Al - Hafiz Dimyati , sesiapa yang berhajat menemui Nabi SAW dalam mimpinya maka amalkan membaca selawat sebanyak 70 kali sehari .

22 ) Ada riwayat yang menyatakan bahwa praktek berselawat 80 kali tiap setelah shalat Ashar pada hari Jumat , InsyaAllah akan dihapus dosa2 kecil seseorang .

23 ) Siapa yang sering berlatih bershalawat pada setiap hari , Allah akan membukakan pintu rahmat dan rezeki yang tidak disangka - sangka baginya .

24 ) Jiwa yang gelisah dapat ditenangkan dengan zikir , termasuk berselawat sesering mungkin karena Allah itu Maha Penyayang .

25 ) Ulama berpendapat , siapa yang mengamalkan selawat saban hari tak peduli berapa hitungannya , insya Allah dihindarkan dari taun dan wabah penyakit berbahaya yang lain .

26 ) Membaca shalawat 1000 kali setelah sholat hajat 2 rakaat mampu menghilangkan kecemasan , rasa dukacita serta dikabulkan Allah akan hajatnya .

27 ) Menurut para ulama , siapa yang inginkan saat kematiannya dalam kesudahan yang baik , maka bershalawatlah sebanyak 10 kali setiap selesai shalat Maghrib .

28 ) Para Ulama berpendapat , Allah akan sempurnakan hajat yang baik dengan selalu bershalawat 40 hingga 100 kali setiap hari , diikuti dengan usaha yang berkelanjutan .

29 ) Sabda Nabi SAW : Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sebanyak 100 kali pada hari Jumat , maka ia akan datang pada hari kiamat dengan kondisi bercahaya - HR Abu Naim .


30 ) Sabda Nabii SAW : Barangsiapa bershalawat kepadaku 10 kali pada waktu pagi dan 10 kali pada waktu sore tiap hari , ia akan beroleh syaafaatku pada hari kiamat - HR Thabrani
30 Fadhilah Shalawat Yang Luar Biasa